Sabtu, 13 Oktober 2018

Teknik Pengapuran Lahan Kering dan Masam Untuk Budidaya Kedelai

Teknik Pengapuraan Lahan Budidaya Kedelai
Pengapuran lahan pertanian

Pengolahan Tanah – Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merill) merupakan salah satu jenis tanaman polong-polongan yang dapat tumbuh didataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman kedelai dapat tumbuh di semua jenis tanah, namun demikian, untuk mencapai tingkat pertumbuhan dan produktivitas yang optimal, kedelai harus ditanam pada jenis tanah berstruktur lempung berpasir atau liat berpasir. Hal ini tidak hanya terkait dengan ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga terkait dengan faktor lingkungan tumbuh yang lain. Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan pertanaman kedelai yaitu kedalaman olah tanah yang merupakan pendukung pertumbuhan akar. Artinya, semakin dalam olah tanahnya maka akan tersedia ruang untuk pertumbuhan akar yang lebih bebas sehingga akar tunggang yang terbentuk semakin kokoh dan dalam.

Upaya program pengembangan kedelai bisa dilakukan dengan penanaman di lahan kering masam dengan pH tanah 4,5 – 5,5 yang sebenarnya termasuk kondisi lahan kategori kurang sesuai. Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman kedelai adalah 6,0 – 6,5. Jika pH tanah dibawah 6.0 tentunya tanaman kedelai akan tumbuh kerdil dan tidak optimal. Untuk mengatasi berbagai kendala, khususnya kekurangan unsur hara dan rendahnya pH di tanah tersebut tentunya diperlukan perlakuan khusus yaitu pengapuran. Kapur pertanian yang digunakan adalah kapur dolomit atau kalsit. Pengapuran adalah pemberian kapur pertanian pada tanah masam supaya tanah tersebut cocok untuk ditanami tanaman tertentu. Tujuan pengapuran lahan antara lain sebagai berikut ;

a). Meningkatkan pH tanah pada taraf yang dikehendali sesuai dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan,
b). Menurunkan kandungan hara yang dapat meracuni tanaman, terutama Al (aluminium) yang ada dalam tanah,
c). Meningkatkan kandungan hara Ca atau Ca dan Mg.

Kandungan Al dalam larutan tanah akan sangat bergantung pada tingkat kejenuhan Al- dapat ditukar (Al-dd) pada konteks pertukaran tanah. Al-dd pada umumnya sudah sangat rendah atau tidak terbaca apabila pH tanah ( pH-H2O ) lebih besar dari 5,30.

Namun untuk mencapai tujuan point a dan b tersebut di atas, pengapuran tidak perlu memberikan bahan kapur hingga kandungan Al-dd nol, melainkan sampai pada taraf kandungan Al yang dapat ditoleransi tanaman kedelai, yakni pada tingkat kejenuhan Al-dd sekitar 20%. Pada taraf kejenuhan Al-dd 20%, hasil kedelai dapat mencapai sekitar 90% dari hasil optimalnya. Selain penentuan jumlah kapur, hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengapuran lahan masam adalah jenis dan ukuran butiran/partikel bahan kapur dan cara aplikasinya.

1. Bahan Kapur

Bahan kapur dapat berupa:

(a) batu kapur kalsit atau CaCO3,
(b) batu kapur dolomit atau CaMg(CO3)2,
(c) kapur bakar, yaitu batu kapur kalsit atau dolomit yang dibakar atau biasa disebut batu gamping, dan
(d) kapur terhidratasi, yakni batu gamping yang telah diberi atau bereaksi dengan air.

Dari segi harga dan kemudahan aplikasi, batu kapur kalsit atau dolomit mempunyai kelebihan dibandingkan dengan 2 (dua) bahan kapur lainnya, sebab harga akan lebih murah dan praktis aplikasinya. Apabila tersedia, disarankan menggunakan batu kapur dolomit, sebab disamping menambah unsur Ca juga unsur Mg, dua unsur hara tersebut umumnya tersedia dalam jumlah yang sedikit pada lahan masam. Batu kapur dolomit mempunyai kemampuan menetralkan pH tanah lebih besar daripada batu kapur kalsit, yakni 1,09 kali batu kapur kalsit, sehingga jumlah bahan kapur yang diperlukan akan lebih sedikit apabila menggunakan batu kapur dolomit.

2. Jumlah bahan kapur

Sesuai dengan toleransi tanaman kedelai terhadap kandungan Al-dd yakni pada taraf 20%, maka jumlah bahan kapur yang diperlukan ditetapkan dengan formula seperti berikut:

BK = ((kejenuhan Al-dd – 0,20) x KTK-efektif) x Y

dimana :

BK = jumlah bahan kapur yang diperlukan dalam ton per hektar;

Al-dd = tingkat kejenuhan Al-dd dalam persen, contoh 40% ditulis 0,40; sehingga 0,20 adalah 20% (ditulis 0,20), yakni tingkat toleransi tanaman kedelai terhadap kejenuhan Al-dd;

KTK efektif = nilai KTK ( Kapasitas Tukar Kation ) pada nilai pH tanah asli, yang diperoleh dengan cara menjumlahkan kation basa (Ca, Mg,K, Na),H, dan Al yang terjerap pada kompleks pertukaran tanah, atau yang dapat ditukar;

Y = nilai sebesar 1,65 jika menggunakan batu kapur kalsit dan 1,51 jika menggunakan dolomit.

Sehingga jika tanah masam mempunyai kejenuhan Al-dd 40%, KTK-efektif 7,0 me/100 g tanah, dan bahan kapurnya dolomit, maka jumlah dolomit yang dibutuhkan adalah sebesar: ((0,40 – 0,20) x 7,0 x 1,51 ton per hektar atau sama dengan 2,11 ton dolomit per hektar.

3. Ukuran butiran batu kapur

Ukuran batu kapur akan menentukan kecepatan reaksi antara bahan kapur dengan tanah. Makin halus ukuran butiran batu kapur akan semakin cepat reaksinya dengan tanah. Ukuran butiran batu kapur disarankan antar 80 – 100 mesh, dengan ukuran ini 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu dari aplikasi, batu kapur sudah cukup bereaksi dengan tanah.

4. Waktu dan cara aplikasi bahan kapur

Dengan ukuran kehalusan batu kapur 80 – 100 mesh, batu kapur hendaknya diaplikasikan 2 – 3 (dua sampai tiga) minggu sebelum pertanaman kedelai. Batu kapur diaplikasi secara disebar/ditabur dan diaduk merata dengan tanah lapisan atas, dilakukan bersamaan saat pengolahan tanah.

Demikian “Teknik Pengapuran Pada Lahan Kering Masam” Semoga bermanfaat…

1 komentar:

  1. Assalamu’alaikum wr wb...

    Bismillahirrahamaninrahim...

    senang sekali saya bisa menulis
    dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
    sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
    dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
    namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
    hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
    akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
    saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
    demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
    ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
    dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
    dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan PROGRAM HIBAH DANA GAIB hidupnya kembali sukses,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu hari saya berpikir
    dan melihat langsung hasilnya, `
    saya akhirnya bergabung dan mengunjungi website www.danagaib.xtgem.com
    semua petunjuk K.H. JAYA saya ikuti dan hanya 2 hari astagfirullahallazim,
    alhamdulilah demi allah dan anak saya,
    akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
    semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
    kini saya kembali sukses terimaksih K.H. JAYA saya tidak akan melupakan jasa aki.
    jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
    saya sudah buktikan demi allah silahkan kunjungi website www.danagaib.xtgem.com atau Klik Disini




























































































    BalasHapus