Sabtu, 10 Agustus 2019

APA MANFAAT KAPTAN BAGI KESUBURAN TANAMAN ?

Tidak hanya untuk lahan pertanian saja Kapur Pertanian (KAPTAN) atau Calciium Carbonate yang mengandung CaCo3 90 – 95 % dan Ca0 50 – 52% memiliki manfaat yang besar, pada lahan tambak juga dapat merasakan keuntungan dari penggunaan kapur dolomit ini.

Meskipun penggunaan Kapur Pertanian (KAPTAN) atau Calciium Carbonate dapat meningkatkan kesuburan serta mengurangi keasaman tanah juga efisiensi penggunaan pupuk. Namun sejauh ini masih banyak petani-petani di Indonesia yang masih belum mengetahui serta mengaplikasikan untuk lahan pertaniannya. 

Apakah anda sedang membutuhkan Batu kapur/ Kapur Aktif / Cao / CaOH2 / Kalsium Oxide / kalsium hidroxie /Limestone/ Quick Lime / Batu gamping / Kapur bakar / Kapur tohor/ Kapur sirih/Cao/ Kalsium Hidroksida/ Kalsium Karbonat / CaCo3 / Kapur pertanian / Kaptan / Kapur padam /Zeolite / Bentonite / Dolomite dll.

Tersedia mesh 80 s/d Mesh 800 dengan kemasan / packing karung / 25 kg , 50 kg , 500 kg , 1000 kg .
Untuk informasi lebih lanjut Silahkan hubungi :
Bpk Asep 081281774186
085793333234
Jln. Padalarang - Bandung Barat.
Simpan nomor dan hubungi jika sewaktu-waktu membutuhkan.

Aplikasi pemberian kapur saat olah tanah untuk mencegah keasaman berlebih (di mana ia mengurangi hasil produksi) dengan memanfaatkan Kapur Pertanian (KAPTAN) atau Calciium Carbonate pada lahan pertanian adalah praktek manajemen terbaik. Penggunaan yang tepat dari kapur merupakan salah satu komponen yang paling penting untuk langkah pengelolaan tanaman dalam rangka meningkatkan hasil, karena tanah yang tinggi kadar keasaman-nya sangat mempengaruhi baik jangka pendek , jangka panjang dan produktivitas tanaman.


MANFAAT Kapur Pertanian (KAPTAN) atau (CALCIUM CARBONATE/ CaCO3) meliputi :

1. Mendorong pembentukan dan pertumbuhan akar lebih dini.
2. Memperbaiki ketegaran dan kekahatan tanaman.
3. Mempengaruhi peng-ngkutan air dan hara-hara lain.
4. Diperlukan untuk pemanjangan sel-sel, sintesis protein dan pembelahan sel.
5. Mengatur translokasi karbohidrat, kemasaman dan permeabilitas sel.
6. Mendorong produksi tanaman padi-padian dan biji tanaman.
7. Membantu menetralkan asam-asam organik yang bersifat meracuni.
8. Penting untuk pembentukan dan berfungsi nya bakteri-bakteri bintil akar (Rhizobia) pada tanaman legum.
9. Meningkatkan sifat fisik, kimia dan biologi tanah

10. Mempromosikan fiksasi nitrogen lebih baik dengan tanaman kacang-kacangan

11. Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman

12. Meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk-pupuk organik

13. Memasok kebutuhan kalsium, magnesium dan mineral lain untuk tanaman

14. Memperbaiki masalah tanah dari tingkat keasaman / ACID

Ketika petani menggunakan Kapur Pertanian (KAPTAN) atau Calciium Carbonate membawa dampak baik untuk pH tanah dari asam mendekati ke netral, kondisi yang demikian dapat meningkatkan aktivitas organisme untuk menguraikan bahan-bahan organik di tanah, yang pada akhirnya memperbaiki struktur tanah. Hal ini juga dapat membantu menghindari pencucian hara serta meningkatkan retensi penggunan air.

Anda dapat menggunakan data untuk melihat foto

Lihat Semua Foto

CALCIUM CARBONATE GK KEHALUSAN 500 MESH

FUNGSI KAPUR PERTANIAN

Fungsi kapur pertanian juga sangat baik untuk tanaman kacang-kacangan seperti kedelai, kacang hijau, kacang tanah. Penggunaan KAPTAN dapat mempromosikan fiksasi nitrogen yang lebih baik, proses di mana bakteri yang hidup pada akar tanaman leguminose (Rizobium) mengkonversi nitrogen yang ada di udara dapat digunakan langsung oleh tanaman.

Kapur Pertanian (KAPTAN) atau Calciium Carbonate juga meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman dalam berbagai cara.

Tanaman yang tumbuh di tanah pada kadar pH yang tepat cenderung memiliki sistem perakaran lebih luas, kemampuan sistem akar serabut yang memungkinkan tanaman untuk menyerap berbagai nutrisi lebih efektif.

Selain itu, beberapa nutrisi seperti fosfor dan perubahan sulfur ke bentuk yang lebih baik tersedia bagi tanaman dengan aplikasi Kapur pertanian yang tepat. Bahkan, menurut berbagai penelitian penggunaan kapur pertanian pada pH tanah bisa mendekati netral antara 5,8 dan 7,0 memaksimalkan ketersediaan berbagai nutrisi dan mineral tanaman penting.

Apa itu Kaptan Dan Apa Manfaat Kapur Pertanian bagi Tanaman

Pentingnya pemberian kapur pertanian atau dolomit pada saat olah tanah adalah karena sebagian besar kondisi tanah atau lahan pertanian itu sendiri memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih asam / Acid karena berbagai faktor. Adapun faktor yang memicu terjadinya keasaman tanah antara lain seperti erosi, penggunaan pupuk-pupuk kimia berlebihan, pencucian dan dekomposisi bahan-bahan organik. Pemberian kapur pertanian (KAPTAN) Ini menjadi perhatian penting bagi keseluruhan petani karena kondisi tanah pertanian yang terlalu asam dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap produktivitas tanaman.

Apakah Anda sedang membutuhkan Kaptan ? Silahkan hubungi Bpk Asep
081281774186
085793333234


Fungsi kapur pertanian memberikan keuntungan bagi para petani, untuk menyeimbangkan pH tanah dengan cara yang sederhana serta biaya yang murah. Dengan mengaplikasikan KAPTAN saat olah tanah diharapkan perbaikan kondisi serta menurunkan keasaman pada lahan pertanian.


Kaptan atau kapur pertanian, adalah kondisioner tanah untuk menurunkan derajat keasaman yang terbuat dari batuan kapur telah diolah atau dihancurkan terlebih dahulu menjadi debu atau kadang disebut juga kapur dolomit. Cara kerja kapur pertanian adalah dengan melarutkan serta melepaskan zat-nya yang menurunkan keasaman tanah.


Manfaat kapur pertanian untuk tanaman yang tumbuh dalam kondisi keasaman yang kurang ideal, dapat ditingkatkan potensi hasil jika diaplikasikan saat olah tanah. Kapur pertanian juga memberi keuntungan yang lain bagi petani, termasuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 50%. Begitu juga dengan pemakaian pupuk-pupuk organik akan semakin terasa hasilnya.


Aplikasi pemberian kapur saat olah tanah untuk mencegah keasaman berlebih (dimana ia mengurangi hasil produksi) dengan memanfaatkan KAPTAN pada lahan pertanian adalah praktek manajemen terbaik. Penggunaan yang tepat dari kapur merupakan salah satu komponen yang paling penting untuk langkah pengelolaan tanaman dalam rangka meningkatkan hasil, karena tanah yang tinggi kadar keasaman-nya sangat mempengaruhi baik jangka pendek, jangka panjang dan produktivitas tanaman.


Manfaat Kaptan Meliputi:


Meningkatkan sifat fisik, kimia dan biologi tanah


Mempromosikan fiksasi nitrogen lebih baik dengan tanaman kacang-kacangan


Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman


Mengurangi Racun (toksisitas) di dalam tanah pertanian


Meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk-pupuk organik


Memasok kebutuhan kalsium, magnesium dan mineral lain untuk tanaman


Memperbaiki masalah tanah dari tingkat keasaman / ACID


Ketika petani menggunakan kapur pertanian membawa dampak baik untuk pH tanah dari asam mendekati ke netral, kondisi yang demikian dapat meningkatkan aktivitas organisme untuk menguraikan bahan-bahan organik di tanah, yang pada akhirnya memperbaiki struktur tanah. Hal ini juga dapat membantu menghindari pencucian hara serta meningkatkan retensi penggunan air.


Kapur pertanian juga meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman dalam berbagai cara. Tanaman yang tumbuh di tanah pada kadar pH yang tepat cenderung memiliki sistem perakaran lebih luas, kemampuan sistem akar serabut yang memungkinkan tanaman untuk menyerap berbagai nutrisi lebih efektif. Selain itu, beberapa nutrisi seperti fosfor dan perubahan sulfur ke bentuk yang lebih baik tersedia bagi tanaman dengan aplikasi Kapur pertanian yang tepat. Bahkan, menurut berbagai penelitian penggunaan kapur pertanian pada pH tanah bisa mendekati netral antara 5,8 dan 7,0 memaksimalkan ketersediaan berbagai nutrisi dan mineral tanaman penting.

Apa Kegunaan Zeolit Untuk Bidang Pertanian?

Salah satu kegunaan Zeolit dalam bidang pertanian adalah pada pembuatan pupuk kandang Zeolit, yang merupakan campuran antara pupuk kandang dengan mineral  Zeolit. Pupuk kandang Zeolit ini memiliki sifat lebih dari pupuk organik  pada umumnya, yaitu mempunyai rata-rata C/n yang rendah, dan pertukaran kation yang tinggi. Dengan pupuk ini, penggunaan unsur pupuk dapat lebih lama, karena dengan adanya Zeolit tanaman dapat mengkonsumsi pupuk lebih lama.

Apakah Anda sedang membutuhkan pupuk zeolit, tepung zeolit, granule zeolit, menir zeolit ? Silahkan hubungi

 Bpk Asep 085793333234
081281774186
Silahkan simpan nomor nya dan hubungi jika diperlukan.

Zeolit selain memiliki kemampuan sebagai mineral penukar kation, juga memiliki daya tahan yang tinggi untuk menahan ion amonium dan kalium yang terdapat di dalam air, sehingga penggunaan Zeolit dapat meningkatkan sifat-sifat fisika dan kimia tanah, terutama tanah yang mengandung pasir dan sedikit aluminium sulfat serta tanah pozolik.


Gambar 4. Pengaruh Zeolit dalam tanah terhadap tanaman

Jenis Zeolit yang sering digunakan di bidang pertanian terutama adalah jenis klinoptilolit, yang sudah banyak menunjukkan hasil berupa peningkatan ketersediaan unsur nitrogen di dalam tanah, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh Zeolit terhadap kapasitas penyerapan (adsorpsi), dan penyimpanan (retensi) amonium dan kalium.

Selain hal tersebut, sifat permukaan Zeolit sangat mudah untuk menyerap kation-kation logam berat seperti Cd, Pb , dan Zn, jadi logam-logam tersebut akan terserap oleh Zeolit, dan tidak dikonsumsi oleh akar tanaman, sehingga tidak akan  meracuni tanaman, karena kandungan logam berat yang ada.

Dalam penggunaannya sebagai pupuk, Zeolit yang digunakan harus memenuhi beberapa perrsyaratan tertentu terkait dengan beberapa karakteristik batuan Zeolit. Syarat mutu Zeolit sebagai bahan pembenah tanah yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Syarat mutu Zeolit sebagai bahan pembenah tanah menurut SNI 13-3494- 1994 (2006)

Uraian

Persyaratan

Kadar mineral Zeolit

Minimal 50%

Kapasitas Tukar Kation

Minimal 100 meq/100 g

Kadar Air

Minimal 10%

Ukuran Butir

±40 - 80 mesh

(Sumber : Balai Penelitian Tanah, 2009)

Hardjatmo dan Husaini (1996) menyatakan kandungan mineral Zeolit pada batuan Zeolit yang terdapat di Pulau Flores mencapai 60,2 % berat dengan persentase modernit adalah 55,7 %, sedangkan klinoptilolit hanya 4,5 %. Nilai KTK-nya adalah 151,9 Cmol/kg.

Kemampuan pertukaran kation Zeolit merupakan parameter utama dalam menentukan kualitas Zeolit yang akan digunakan. KTK adalah jumlah meq ion logam yang dapat diserap maksimum olah 1 g Zeolit dalam kondisi setimbang. KTK dari Zeolit biasanya bervariasi dari 1,5 sampai 6 meq/g. Nilai KTK Zeolit berbanding lurus dengan jumlah atom Al yang terkandung di dalamnya, makin banyak jumlah atom Al maka makin tinggi nilai KTK dari Zeolit. KTK ini merupakan penentuan kemampuan tanah untuk mengikat (mengawetkan) pupuk yang diberikan

Pemanfaatan Zeolit sebagai bahan pembenah tanah, yaitu dapat ditebar langsung ke tanah maupun dicampur dengan pupuk.

o    Ditebar langsung ke tanah

Struktur Zeolit termasuk cukup stabil di dalam tanah. Dengan struktur yang stabil tersebut, pengaruh aplikasi Zeolit pada tanah-tanah marginal dapat terlihat selama beberapa tahun. Semakin halus ukuran Zeolit pengaruhnya akan semakin baik tetapi daya tahannya akan lebih pendek. Oleh karena itu aplikasi Zeolit sebagai bahan pembenah tanah sebaiknya berupa campuran antara Zeolit ukuran halus dan kasar.

o    Dicampur dengan pupuk

Penggunaan Zeolit sebagai bahan pembenah tanah memerlukan dosis yang tinggi. Oleh karena itu, perlu cara-cara yang lebih efisien, yaitu dengan mencampur Zeolit dengan pupuk. Sebagai sampel beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan Zeolit dan urea adalah 1:1 dapat meningkatkan efisiensi pemupukan.

Dari hasil penelitian sebelumnya tentang pencampuran beberapa jenis pupuk organik dan zeolit yang diberikan secara bersamaan dengan dosis yang tepat dapat mempertahankan kelembaban tanah yang lebih lama, sehingga fluktuasi suhu di sekitar perakaran sangat kecil, dan suhu tidak naik drastis (suhu tanah relatif stabil) setelah air diberikan ke tanah. Tanpa pemberian zeolit maka suhu tanah di sekitar perakaran meningkat drastis yang mengakibatkan kandungan C-organik cepat teoksidasi dan ketersediaannya di dalam tanah tidak dapat dipertahankan lebih lama lagi.